[Pre Order]

Paket Rusdi Mathari

Paket Rusdi Mathari berisi dua buku terbaru karya Rusdi Mathari; Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan dan Mereka Sibuk Menghitung Langkah Ayam.

Pembeli Paket Rusdi Mathari akan mendapat bonus eksklusif buku Seperti Roda Berputar, berisi kumpulan tulisan Rusdi Mathari selama berada di rumah sakit.

Paket Rusdi Mathari hanya tersedia sampai 3 Agustus 2018.

Rusdi Mathari, ia mulai serius menekuni dunia tulis-menulis ketika meletus Perang Teluk pertama. Setelah artikel pendek tentang Perang Teluk ia kirimkan ke Suara Pembaruan dimuat. Ia melompat kegirangan, lantas menunjukkan koran yang memuat karyanya ke tukang-tukang becak yang mangkal di pinggir jalan di depan rumahnya.

Hampir setiap pekan sejak itu, artikel yang ia kirim, selalu dimuat oleh Suara Pembaruan. Rusdi lantas mulai berani mengirimkan tulisan ke beberapa majalah di Jakarta. Kadang berupa cerpen, kadang puisi, kadang humor pendek, kadang artikel-artikel ringan seperti kiat agar sebuah tulisan dimuat oleh media dan sebagainya. Honor yang diterima pun bertambah besarnya. Pernah saya dibayar Rp100 ribu untuk satu cerpen. Pernah satu puisi saya dihargai Rp25 ribu.

Mathari, bapaknya yang wartawan juga, koresponden Sinar Harapan, menyikapi dengan senang dan tidak senang keranjingan menulis Rusdi. Senang karena anaknya mulai belajar mandiri dan tidak senang sebab khawatir anaknya akan mewarisi profesinya sebagai wartawan: koresponden kere. Sewaktu Rusdi bilang akan menekuni dunia wartawan, bapak malah mengusirnya. “Jadilah kamu wartawan di Jakarta, bukan jadi wartawan seperti bapak.”

Di Jakarta, Rusdi pertama kali bekerja sebagai wartawan lepas Suara Pembaruan, lalu di InfoBank, Detikcom, staf PDAT majalah Tempo, majalah Trust, Koran Jakarta, BeritaSatucom, VHR Media, dan terakhir Rimanewscom.